Lupa Password? | Daftar


 
Ind | English | 中文
 

JANGAN ABAIKAN LUBANG PADA GIGI

 

Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan, ternyata 90,05% penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi, terutama gigi berlubang.

Selain menimbulkan karang gigi, bau mulut (halitosis), lubang pada gigi juga dapat memicu berbagai penyakit berbahaya, antara lain infeksi pada gigi dan rongga mulut, Diabetes Mellitus (Dr. Anthony Iacopino), bahkan Penyakit Jantung Koroner (Rees, 1994) dan Stroke. Penyakit-penyakit tersebut muncul akibat menyebarnya bakteri atau zat racun bakteri ke bagian tubuh lain lewat pembuluh darah pada gigi yang berlubang.

 

Bagaimana Proses Terjadinya Lubang Pada Gigi?

Lubang pada gigi terutama disebabkan oleh plak (lapisan yang berisi kumpulan bakteri) dan gula. Bakteri akan memfermentasi (mengubah) gula dari sisa makanan dan menimbulkan suasana asam, yang menyebabkan terjadinya proses demineralisasi, yaitu proses melarutnya mineral kalsium yang merupakan penyusun utama email gigi. Akibatnya, email gigi berlubang dan menjadi tempat menempel sisa makanan, sehingga proses kerusakan gigi terus berlanjut. Bila pada tahap ini masih tidak ditangani, kerusakan gigi bisa mencapai lapisan syaraf dan pembuluh darah, dan timbullah rasa sakit yang hebat.

Selain itu, proses demineralisasi juga bisa disebabkan oleh proses menggosok gigi dengan pasta gigi yang kurang kadar kalsiumnya atau partikel kalsiumnya kasar.

Untuk menjaga kesehatan gigi Anda, biasakanlah menggosok gigi minimal 2 kali sehari menggunakan pasta gigi yang tepat, yaitu pasta gigi yang mengandung Isomalt, Micro Particle Precarb Calcium, dan bebas Fluoride, seperti CleanMe Pasta Gigi Isomalt.