KHUSUS PRIA DEWASA - Waspadai Pembesaran Prostat Jinak
Berbicara masalah prostat, kebanyakan pria tidak mengenal organ tubuh ini. Prostat adalah kelenjar yang sangat penting bagi laki-laki untuk menjalankan aktivitas seksualnya. Biasanya, segumpal jaringan yang tersembunyi itu tidak pernah terlintas di benak laki-laki, sampai timbul masalah ketika mereka menginjak usia 40 tahunan. Memasuki usia 40-an, seorang pria beresiko terkena pembesaran prostat (Benign Prostatic Hyperplasia/BPH) sebesar 25%. Menginjak usia 60-70 tahun resiko meningkat menjadi 50%, bahkan pada usia di atas 70 tahun resiko menjadi 90%. Pernyataan ini diperkuat oleh penuturan Glenn Gerber, MD dan William C. Shiel Jr., MD, FACP, FACR,“Setengah dari pria di atas 40 tahun menunjukkan gejala-gejala BPH.” Gangguan atau pembesaran prostat ini bisa berakibat IMPOTENSI dan meningkatkan resiko terkena kanker prostat.
Apakah pembesaran prostat?
Pembesaran prostat atau BPH adalah pembesaran kelenjar prostat. Kelenjar prostat adalah kelenjar yang memberi nutrisi, perlindungan, dan lubrikasi pada cairan sperma, mengandung basa untuk menetralkan keasaman vagina, dan merupakan komponen terbesar penyusun cairan mani (ejakulat).
Apa penyebab pembesaran prostat?
Sampai saat ini para ahli kesehatan belum dapat menentukan penyebab utama BPH, tapi teori yang cukup banyak diterima menyatakan bahwa seiring bertambahnya usia seorang pria, enzim 5-alpha-reductase yang berperan mengubah hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron bekerja berlebihan, sehingga merangsang pertumbuhan sel prostat. Akibatnya prostat membesar tak terkontrol. Dalam kondisi normal, ukuran prostat hanya kurang lebih sebesar biji kenari, namun prostat bisa membesar hingga sebesar buah jeruk.
Faktor resiko pembesaran prostat :
Selain bertambahnya umur, ada beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seorang pria menderita BPH, antara lain merokok, kegemukan, konsumsi alkohol, dan aktivitas fisik yang berat. Di antara ketiga faktor resiko tersebut, merokok membuat seorang pria 2% lebih besar beresiko terkena BPH (Cigarette Smoking, Obesity, and Benign Prostatic Hypertrophy : A Prospective Population-based Study, American Journal of Epidemiology Vol 135, 1999).
Gejala pembesaran prostat :
- Sulit memulai, sering terputus, dan sulit mengakhiri buang air kecil.
- Urine mengalir lambat, bahkan menetes.
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
- Tidak sanggup menahan kencing.
- Kandung kencing masih terasa penuh setelah berkemih.
- Rasa sakit di perut bagian bawah.
Secara medis, pemberian obat-obatan penghambat testosteron atau tindakan bedah sering dijadikan pilihan terapi, tapi ternyata kedua terapi ini memiliki banyak efek samping dan beresiko mengurangi kemampuan seksual seorang pria, bahkan DISFUNGSI EREKSI/IMPOTENSI, karena pembedahan prostat dapat beresiko merusak syaraf di sekitar penis. Karena itulah, banyak orang memilih terapi herbal yang ternyata sama efektifnya dengan obat, namun tanpa efek samping. Salah satu bahan alami yang dapat membantu mencegah pembesaran prostat jinak adalah Saw palmetto, Dalam buku Basic and Clinical Pharmacology, disebutkan bahwa tanaman herbal ini memiliki aktivitas menghambat 5-?-reductase, sehingga dapat mengurangi kadar hormon dihidrotestosteron (DHT) yang disinyalir sebagai penyebab pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia atau BPH).
Saw palmetto bisa Anda dapatkan secara praktis dalam TARA VITAMIN DAN MINERAL
Berikut adalah pengalaman Bapak Ahmad - Kalimantan Selatan :
Bisa Kencing Normal, Ayah Saya Bisa Menikmati Hidup Berkualitas
| < Prev | Next > |
|---|



