Home Artikel Produk dan Kesehatan Cara Cerdas Untuk Memiliki Anak Cerdas

Cara Cerdas Untuk Memiliki Anak Cerdas

“Duh pintarnya, anak siapa?” Orang tua mana yang tidak bangga mendengarnya? Tapi, bagaimana agar anak bisa tumbuh menjadi sehat, cerdas, kuat, dan kreatif? Penelitian m enunjukkan, meski faktor keturunan memegang peranan terbesar (40-50%) dalam menentukan kecerdasan dan kreativitas, namun anak yang cerdas tidak lahir secara instant, melainkan harus direncanakan sejak usia 6 minggu kehamilan hingga 5 tahun pertama kehidupan anak yang disebut dengan ‘The Golden Age’. Demikian diungkapkan oleh Prof. Dr. A. Purba, dr., MS., AIF. Sesudah ‘The Golden Age’, perkembangan otak akan melambat. Pada masa ini, pemberian nutrisi dan stimulus yang tepat sangat menentukan kecerdasan anak di masa mendatang. Seorang dokter dari Itali bernama Montessori yakin, pendidikan/stimulasi harus sudah dimulai sejak anak lahir dan paling tidak ada beberapa tahap perkembangan anak di masa awal kehidupannya :

 

 

  • Sejak lahir sampai usia 3 tahun, anak sudah mulai 'menyerap' pengalaman-pengalaman melalui indranya.
  • Usia setengah tahun sampai kira-kira 3 tahun, mulai memiliki kepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mUsia 2-4 tahun, gerakan-gerakan otot mulai dapat dikoordinasikan dengan baik, untuk berjalan maupun untuk gerakan semi rutin dan rutin, berminat pada benda-benda kecil, dan mulai menyadari adanya urutan waktu (pagi, siang, sore, malam).
  • Rentang usia 3-6 tahun, muncul kepekaan untuk pemantapan indra. Pada usia sekitar 4 tahun anak memiliki kepekaan menulis dan pada usia 4-6 tahun memiliki kepekaan membaca. Pada usia 3-5 tahun anak dapat diajari menulis, membaca, dikte dengan belajar mengetik.

Bagaimana cara mengukur kecerdasan anak, apakah ada parameternya? Benarkah anak yang 'kurang berprestasi' di sekolah bisa disebut kurang cerdas?  Kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari, sangat sedikit orang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolahnya. Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah, tapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya.


Seto Mulyadi (2003), seorang praktisi pendidikan anak menyatakan, suatu kekeliruan yang besar jika setiap kenaikan kelas, prestasi anak didik hanya diukur dari kemampuan matematika dan bahasa. Dengan demikian sistem pendidikan nasional yang mengukur tingkat kecerdasan anak didik yang semata-mata hanya menekankan kemampuan logika dan bahasa perlu direvisi.

  • Kecerdasan sendiri dapat didefinisikan sbb :
  • Kecerdasan adalah kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran.

Kecerdasan adalah kemampuan untuk memroses informasi untuk memecahkan masalah-masalah yang kita hadapi, dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah.
Jadi kecerdasan adalah pemandu bagi kita untuk mencapai sasaran-sasaran kita secara efektif dan efisien. Orang yang lebih cerdas akan mampu memilih strategi pencapaian sasaran yang lebih baik dari orang yang kurang cerdas. Artinya orang yang cerdas mestinya lebih sukses dari orang yang kurang cerdas.  
Lalu, apa yang harus diperhatikan orang tua agar anak-anaknya cerdas? Jawabannya adalah prestasi dalam kecerdasan majemuk, bukan hanya prestasi di sekolah. Kemungkinan anak untuk sukses lebih besar  dengan melatih kecerdasan majemuknya.
Dr. Howard Gardner, peneliti dari Harvard adalah pencetus teori Multiple Intelligence (kecerdasan majemuk), di mana kecerdasan dibagi atas beberapa bidang :

  1. Kecerdasan Linguistik (Bahasa), termasuk kecerdasan mengolah kata.
  2. Kecerdasan Spasial, termasuk kemampuan berimajinasi dan kecerdasan menggambar.
  3. Kecerdasan Musikal, termasuk kepekaan terhadap suara dan irama.
  4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani, meliputi kecerdasan mengolah tubuh dan gerak.
  5. Kecerdasan Matematika dan Logis, meliputi kecerdasan dalam bidang sains dan berhitung.
  6. Kecerdasan Interpersonal (Sosial), kecerdasan membaca pikiran dan perasaan orang lain.
  7. Kecerdasan Intrapersonal, yaitu menyadari kekuatan dan kelemahan diri.
  8. Kecerdasan Naturalis, yaitu kepekaan terhadap alam sekitar.

Agar menjadi cerdas, anak harus memiliki skor yang tinggi pada sebanyak mungkin bidang kecerdasan. Biasanya orang yang sukses memiliki kombinasi sedikitnya 4 atau 5 bidang kecerdasan yang menonjol.
Albert Einstein yang terkenal jenius di bidang sains, ternyata sangat cerdas dalam bermain biola dan matematika. Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni, arsitektur, matematika dan fisika.  Jadi jelaslah kecerdasan, yang biasanya diukur dengan skala IQ, memang bukan elemen tunggal atau tiket menuju sukses.
Untuk mempersiapkan anak meraih kecerdasan optimalnya, dibutuhkan asupan nutrisi yang optimal pula. Prof. Dr. A. Purba, dr., MS., AIF. menyatakan faktor nutrisi mempengaruhi kecerdasan sebanyak 30-40%.  Dari sekian banyak nutrisi yang penting bagi anak, yang amat berperan dalam proses pertumbuhan dan kecerdasan adalah :

  • Omega-3, nutrisi otak yang bermanfaat untuk :
    • Menambah jumlah, cabang, neurotransmiter, dan reseptor sel otak/saraf. Dilatarbelakangi kenyataan, pada bayi prematur jumlah DHA dan AA sangat sedikit, sehingga  berpengaruh pada perkembangan jaringan saraf serta gangguan kecerdasan dan perilaku, Chang Gung melakukan penelitian terhadap 24 bayi prematur. Berdasarkan pengukuran indeks perkembangan mental dan indeks perkembangan fisik, bayi yang diberi AA dan DHA mengalami perkembangan sel dan jaringan saraf YANG LEBIH BAIK.
    • Meningkatkan konsentrasi belajar dan daya tangkap anak. Richardson AJ, Puri BK melakukan penelitian tentang pengaruh kekurangan Omega-3 terhadap kemampuan belajar anak. Hasilnya, pada kelompok yang diberi Omega-3 ADA PERBAIKAN kemampuan belajar.
    Omega-3 (EPA dan DHA) tergolong asam lemak esensial, yang sangat dibutuhkan namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga  harus didapatkan dari makanan. Saat masih dalam kandungan hingga disusui, kebutuhan bayi diperoleh dari ibu, asalkan ibu cukup mengonsumsi Omega-3 (EPA dan DHA). Tapi setelah anak mulai makanan, kebutuhan Omega-3 harus dipenuhi dari makanan anak.
  • Vitamin A, nutrisi untuk kesehatan mata. Tahap pembelajaran pada bayi mulai cepat setelah penglihatannya optimal, di mana anak akan lebih mudah meniru dengan melihat lingkungan sekitarnya.
  • Vitamin D, nutrisi untuk kesehatan tulang dan gigi. Dengan pemberian Vitamin D dalam jumlah cukup, maka penyerapan kalsium dan fosfor yang berperan pada pembentukan tulang (organ gerak) dan gigi (organ pencernaan) dapat dioptimalkan.

Penelitian menunjukkan salah satu sumber Omega-3 yang baik untuk anak-anak adalah Cod Liver Oil, yang selain sangat kaya akan asam lemak Omega-3 (EPA dan DHA), juga mengandung Vitamin A yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan fungsi penglihatan yang baik, serta Vitamin D yang amat penting untuk pertumbuhan tulang.
Pemilihan suplemen yang mengandung Cod Liver Oil lengkap dengan Vitamin A dan Vitamin D seperti TARA Kid Cod Liver Oil + DHA merupakan pilihan cerdas untuk memiliki anak yang cerdas.
Bagaimana Cod Liver Oil, Vitamin A, dan Vitamin D mendukung pertumbuhan dan pemkembangan kecerdasan anak? Berikut adalah pengalaman beberapa orang yang merasakan manfaat TARA Kid Cod Liver Oil + DHA, suplemen yang mengandung Cod Liver Oil yang kaya akan Omega-3, Vitamin A, dan Vitamin D.

Berikut adalah penuturan dari Bpk. Zuriansyah, Ibu Firmansye Ika Panggulu dan Ibu Yeni Indriati yang telah merasakan manfaat TARA Kid Cod Liver Oil + DHA

Dari Hampir Tidak Naik Kelas, Kini Ahmad Rangking 17

Saya Dapat Bea siswa dan Adik Saya Menang Dalam Olimpiade Fisika

Kini Putra Putriku Sehat dan Berprestasi

Bukan Hanya Kaki Jadi Kuat, Tapi Putri Saya Pun Jadi Lincah, Ceria, Dan Percaya Diri

Amandel Sembuh Tanpa Operasi & Selalu Ranking

 

Untuk menuliskan komentar, silakan login dulu.

Pooling
Artikel yang paling sering Anda baca/Anda cari?